Advertisement

Tenang! 3+ Lini Berikut Menjadi Pekerjaan yang Tidak Digantikan AI

Banyak orang bertanya-tanya, apa pekerjaan yang tidak digantikan AI? Seperti yang diketahui semua orang, penggunaan kecerdasan buatan (AI) telah merambah berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk dunia kerja. Meskipun kemajuan teknologi telah membuka peluang baru dan meningkatkan efisiensi dalam berbagai sektor, ada sejumlah pekerjaan yang tetap menunjukkan resistensi terhadap penggantian oleh AI. 

Fenomena ini menyoroti keterbatasan teknologi dalam menangani tugas-tugas yang melibatkan empati, kreativitas, dan kompleksitas interaksi sosial. Sebaliknya, pekerjaan-pekerjaan tersebut memerlukan kemampuan manusiawi yang sulit diprogram dalam algoritma, sehingga memberikan gambaran bahwa tidak semua aspek pekerjaan dapat sepenuhnya digantikan oleh kecerdasan buatan.

Meskipun AI terus berkembang dan mengambil alih beberapa pekerjaan rutin dan berulang, ada sejumlah profesi yang tetap memerlukan sentuhan manusia. Pekerjaan di bidang seni kreatif, kepemimpinan, dan pekerjaan yang memerlukan keputusan moral seringkali memerlukan pemahaman manusiawi yang mendalam. 

Sifat-sifat seperti intuisi, empati, dan penyesuaian terhadap perubahan kompleksitas dalam interaksi manusia masih menjadi domain yang sulit dijangkau oleh AI. Dengan demikian, meskipun pergeseran lanskap kerja terus berlangsung, ada sejumlah pekerjaan yang tetap menjadi wilayah eksklusif manusia, menegaskan bahwa hubungan antara teknologi dan pekerjaan masih penuh dengan nuansa dan kompleksitas.

1. Profesi yang Melibatkan Seni Rupa

Pekerjaan yang tidak digantikan AI adalah sesuatu yang kini tengah banyak dicari tahu oleh masyarakat. Tanpa terkecuali dengan Anda yang mungkin penasaran, di tengah kecanggihan era digital ini, ada pekerjaan-pekerjaan apa saja yang tidak dapat dilampaui oleh kecerdasan buat. Seperti judulnya, pada posisi pertama yakni ada pelaku seni rupa dan musisi. 

Tidak dapat dipungkiri bahwa kini kecerdasan buatan bisa menyaingi desain yang diciptakan oleh tangan manusia secara digital. Namun tentu saja, pelaku seni rupa atau pelukis manual tidak akan bisa tergantikan oleh Artificial Intelligence. Hal tersebut sudah pasti karena seniman dengan sentuhan tangan akan mengalirkan emosi yang jauh berbeda dari gambar digital. 

Baca Juga :  Rekomendasi Aplikasi Kamus Bahasa Inggris Terbaik

Selain itu, penggunaan pisau dan tanah liat pada seni pahat, atau tekstur yang dihasilkan dari goretan kuas asli akan jauh berbeda jika dibandingkan dengan AI. Seni murni sejak dulu menjadi sesuatu yang sangat sukar untuk ditiru. Karena pada dasarnya sebuah lukisan atau pahatan memiliki eksistensi dan pengaruh ciri khas tersendiri yang diciptakan oleh sang seniman. 

2. Profesi yang Melibatkan Hukum dan Kepolisian

Salah satu hal yang sudah dapat dipastikan tidak akan bisa terganti oleh Artificial Intelligence adalah profesi yang membutuhkan logika dan pemecahan masalah tingkat tinggi. Dalam kasus ini, profesi tersebut ada pada sesuatu yang berhubungan dengan hukum atau kepolisian. Tentu saja AI dapat mempermudah proses untuk melacak dan membantu dalam proses penelitian. 

Namun profesi seperti seorang intel tentunya membutuhkan algoritma pemecahan kasus dan penyusunan strategi yang hanya bisa dilakukan berdasarkan kemampuan otak, serta ketelitian. Hal tersebut tentunya sangat terbatas jika harus dilakukan oleh suatu kecerdasan buatan. Selain itu, profesi seperti pengacara juga termasuk. 

Hal demikian dikarenakan seorang pengacara dituntut untuk selalu dapat mempresentasikan dan membela klien sesuai fakta dan data yang ada. Mungkin bisa saja kecerdasan buatan membantu dalam proses pengumpulan data dan fakta, namun keterampilan dan kekuatan untuk bernegosiasi dan menyusun sanggahan tentu hanya dapat dilakukan oleh manusia. Oleh sebab itu, profesi ini termasuk ke dalam pekerjaan yang tidak digantikan AI. 

3. Profesi yang Melibatkan Tenaga Medis dan Kesehatan di Bidang Bedah

Kategori selanjutnya, profesi atau pekerjaan yang tidak digantikan AI yakni profesi seorang dokter. Meskipun mungkin saja kini AI telah bisa memberikan resep ataupun memberikan himbauan efektif bagi Anda yang mengalami sakit, namun hal tersebut belum bisa melampaui penanganan dari seorang dokter secara langsung. Ada beberapa diagnosa yang pastinya harus dipastikan secara langsung dengan diperiksa. 

Baca :  Aplikasi Clear Wave, untuk Bersihkan HP Setelah Tercebur

Khususnya yakni ketika Anda memiliki keluhan sakit berkelanjutan yang tidak jelas. Mungkin saja setelah Anda memeriksakannya, Anda butuh penanganan khusus seperti operasi atau bedah. Hal ini tentunya tidak akan bisa jika sekedar mengandalkan kecerdasan buatan. Karena keahlian dan pengetahuan, ketelitian, konsentrasi, dan kemampuan dokter bedah dalam membaca organ bagian dalam wajib dikuasai. 

4. Profesi yang Melibatkan Ketangkasan Fisik seperti Atlet

Pekerjaan yang tidak digantikan AI selanjutnya yakni adalah pekerjaan yang melibatkan kekuatan dan ketangkasan fisik secara alami. Hal ini sudah dapat dipastikan sampai kapanpun tidak akan lekang oleh masa, meskipun kecerdasan buatan semakin berkembang pesat. Karena pada dasarnya profesi seperti atlet adalah sesuatu yang perlu dilatih dan dibentuk. 

Kecerdasan buatan tidak akan bisa menjangkau bagaimana secara alami manusia dalam membentuk ketangkasan, kelincahan, dan kekuatan fisiknya selama bertahun-tahun. Terlebih manusia juga memiliki kelenturan yang tidak bisa dijangkau oleh kecerdasan buatan. Sehingga pekerjaan atau profesi semacam atlet ini masih termasuk ke dalam pekerjaan yang tidak digantikan AI.

Posting Komentar

0 Komentar