Advertisement

Review Jatuh Cinta Seperti di Film-film, Romansa Epik di Penghujung Tahun

Jatuh Cinta Seperti di Film-film adalah movie terbaru dari Indonesia yang disutradarai oleh Yandy Laurens. Drama tersebut bergenre komedi romantis dengan durasi tayang 1 jam 58 menit dan bisa ditonton anak usia 13 tahun. Karya terbaru dari Yandy Laurens ini sudah rilis di bioskop Indonesia pada tanggal 30 November 2023.

Review Jatuh Cinta Seperti di Film-film,  Romansa Epik di Penghujung Tahun

Mengenal Jatuh Cinta Seperti di Film-film

Pemeran utama dalam cerita ini adalah Ringgo Agus Rahman sebagai Bagus dan Nirina Zubir yang berperan menjadi Hana. Keduanya merupakan aktor dan aktris papan atas yang sudah tidak diragukan lagi kemampuan beraktingnya. Selain itu, ada pun Sheila Dara serta Alex Abbad yang juga ikut andil selaku Celine dan pak Yoram.

Dalam cerita Jatuh Cinta Seperti di Film-film mengisahkan tentang Bagus yang bekerja sebagai penulis naskah. Suatu hari Bagus mendapat kesempatan untuk membuat skenario asli miliknya sendiri dan memutuskan untuk mengangkat genre komedi romantis. Bagus memilih cerita kisah asmara miliknya, dimana Bagus jatuh cinta dengan teman lamanya Hana yang sedang menjanda. 

Scene Menarik yang Disukai Penonton

Setelah mendapat kesempatan untuk membuat naskah asli miliknya sendiri, Bagus datang menghampiri pak Yoram. Bagus melakukan penawaran untuk memproduksi film anti mainstream dengan nuansa hitam putih kepada pak Yoram selaku sutradara. Adegan ini menuai banyak atensi ketertarikan penonton karena transisi visual yang ditampilkan dari cerita yang awalnya berwarna, menjadi monokrom.

Baca Juga : 6 Film Horor Terseram di Indonesia yang Wajib Ditonton

Adegan yang tidak kalah menarik adalah saat Celine yang merupakan sahabat dan juga editor film dalam cerita melakukan aktingnya. Saat itu Celine dan timnya akan melakukan proses shooting, Celine mengatur rekannya untuk mengambil video dari berbagai angle. Scene ini menjadi salah satu favorite penonton, karena menampilkan kembali transisi yang mengagumkan.

Ending yang ditampilkan pada movie Jatuh Cinta Seperti di Film-film mengejutkan penonton dengan berbagai plot twist yang tidak terfikirkan. Siapa sangka bahwa visual monokrom yang selama ini ditampilkan adalah bagian dari naskah yang Bagus tulis. Banyak adegan hitam putih yang menunjukan kemarahan, namun ternyata hanya sebuah skrip yang Bagus buat.

Pesan dari Film Jatuh Cinta Seperti di Film-film

Visualisasi monokrom pada film ini adalah gambaran Hana saat kehilangan suaminya, dimana Hana tidak lagi memiliki warna dalam hidupnya. Tampilan hitam putih tersebut menyampaikan pesan kuat kepada penonton bagaimana rasa sedih yang dialami oleh Hana setelah cintanya pergi. Warna monoton juga menunjukan bahwa alur cerita yang terjadi hanyalah sebuah naskah.

Bagus menceritakan bagaimana Hana yang baru kehilangan suaminya diselimuti oleh kesedihan yang mendalam. Namun setelah berbicara dengan perempuan pujaannya itu, Bagus mengerti bahwa rasa duka yang Hana rasakan tidak selalu tentang kesedihan. Hana harus bangkit dan tetap senang bahkan saat bertemu dengan Bagus, tetapi gadis itu tidak boleh terlalu bahagia.

Pada movie Jatuh Cinta Seperti di Film-film banyak pesan yang dapat Anda ambil dan terapkan di kehidupan nyata. Makna untuk tetap berusaha dalam mencapai tujuan, sesuai dengan Bagus saat membuat naskahnya. Pentingnya membuat langkah yang berani dan tidak larut dalam kesedihan merupakan moral yang bisa Anda petik dari karya ini.

Jatuh Cinta Seperti di Film-film merupakan salah satu movie lokal terbaik tahun ini. Alur cerita yang unik dan visual yang tidak biasa sukses memikat hati para penonton yang sudah melihat karyanya. Tidak hanya tentang kisah yang romantis, drama tersebut juga membagikan wawasan mengenai tips and trik saat akan melakukan shooting.

Posting Komentar

0 Komentar