Advertisement

Efektif! 5+ Tips Work Life Balance untuk Freshgraduate

Work life balance merupakan keadaan seseorang dapat mengatur dan membagi tanggungjawab pada pekerjaan dan tanggung jawab dalam kehidupannya. Jika kondisi ini diatur dengan baik, maka bisa membantu mengurangi risiko terjadinya konflik antara kehidupan pribadi dengan pekerjaannya. 

Apabila memiliki work life balance, seseorang bisa menjadi lebih produktif. Apalagi untuk Anda yang merupakan seorang freshgraduate dan baru mulai kerja, tips berikut sangat dibutuhkan agar tidak burnout. 

1. Kurangi Penggunaan Gadget

Tips pertama untuk mendapatkan work life balance adalah dengan mengurangi penggunaan gadget. Kebiasaan terhubung dengan internet melalui gadget membuat karyawan sering menghabiskan waktu di rumah dengan bekerja. Padahal seharusnya ketika sudah di rumah, itu berarti waktunya beristirahat.

Masalah ini semakin parah dengan sistem work from home yang berlangsung sejak pandemi. Adanya sistem ini memungkinkan seseorang bekerja 24 jam penuh meskipun dari rumah. Selama bekerja di rumah karyawan mau tidak mau harus selalu berhadapan dengan gadget sebagai perantara penghubung pekerjaan.

2. Rutin Berolahraga untuk Work Life Balance

Anda perlu menyayangi diri sendiri agar tujuan dari work life balance tercapai. Selain beristrahat yang cukup, rutin berolahraga juga menjadi salah satu cara yang bisa dilakukan. Anda bisa memulainya dari jalan kaki, jogging, atau bersepeda keliling lingkungan sekitar. Tujuan dari aktivitas ini selain baik untuk kesehatan juga dapat membantu Anda lebih fokus.

Ucapan Terimakasih untuk Pacar dalam Bahasa Inggris

Kegiatan olahraga ini juga bisa Anda lakukan saat hari libur untuk mengisi kegiatan. Biasanya ada banyak kelas-kelas olahraga yang dibuka saat weekend seperti senam jantung, atau ikut kegiatan car free day. Olahraga dapat menjadi cara untuk mendorong semangat dan produktivitas dalam bekerja.

3. Urutkan Prioritas Saat Bekerja

Untuk memiliki work life balance, Anda juga harus mengatur prioritas saat bekerja. Metode ini cukup efektif karena bisa membuat Anda tetap memiliki waktu luang meski jadwal kerja sedang padat. Anda bisa mencoba mengurutkan prioritas mulai dari tugas berat di awal, setelah istirahat baru menyelesaikan tugas yang lebih mudah.

Akan jadi lebih baik lagi jika sebelum bekerja Anda memastikan lingkungan kerja dalam keadaan bersih dan rapi. Kebersihan dapat mendorong motivasi untuk semakin semangat bekerja. Mulai dulu dari hal kecil seperti merapikan meja kerja yang berantakan kemudian menata dokumen di folder khusus.

4. Jangan Menjadi People Pleaser

Saat bekerja, jangan ragu untuk berkata tidak kepada orang lain. Menjadi people pleaser di dunia kerja bukan hal yang baik. Pastikan Anda mengingat bahwa prioritas utama adalah pekerjaan diri sendiri. Jika memang pekerjaan tersebut sudah selesai, Anda bisa membantu orang lain sesuai dengan kapasitas diri sendiri.

Tidak menjadi people pleaser akan memberikan Anda kesempatan memiliki work life balance. Karena dengan menyadari bahwa Anda tidak bisa menyenangkan setiap orang, pikiran juga menjadi lebih fokus saat bekerja. Menjadi orang yang baik dan beretika itu diperlukan serta wajib saat bekerja, namun jangan sampai kebaikan Anda malah disalahgunakan.

5. Bekerja dengan Cerdas Supaya Bisa Work Life Balance

Selanjutnya Anda harus melakukan pekerjaan dengan cerdas. Cara bekerja cerdas lebih menguntungkan daripada hanya bekerja dengan keras. Salah satu cara bekerja cerdas adalah mampu mengatur prioritas dan memahami kapasitas diri sendiri. Karena dengan memahami kapasitas diri, Anda bisa mendelegasikan pekerjaan kepada yang lain. Sehingga bisa membuat Anda lebih fokus dengan tugas yang ada.

Mendelegasikan pekerjaan bukan berarti melimpahkan tanggung jawab kepada orang lain. Malah dengan melakukan ini, pekerjaan bisa jadi selesai lebih cepat dengan hasil yang baik. Daripada memaksakan diri menyelesaikannya sendiri, malah membuat pekerjaan Anda tidak terselesaikan sama sekali.

6. Jangan Membawa Pekerjaan ke Rumah

Tips yang terakhir ini sering dilupakan oleh fresh graduate yang menganggap pekerjaan akan lebih cepat selesai jika dibawa pulang. Padahal seharusnya rumah adalah tempat beristirahat dan meninggalkan tanggung jawab di kantor. Lebih baik selesaikan pekerjaan di kantor agar tidak perlu membawa pekerjaan ke rumah.

Menyelesaikan pekerjaan di kantor bisa dengan cara mengatur prioritas dan memaksimalkan waktu saat bekerja. Hal ini cukup penting agar Anda bisa melaksanakan kewajiban di rumah serta meluangkan waktu bersama keluarga. Istirahat yang cukup juga diperlukan agar tidak muncul stress dan akibat lain dari hal yang tidak diinginkan.

Posting Komentar

0 Komentar