Novel Norwegian Wood,Novel yang Membuat Saya Diam Berjam-Jam Setelah Selesai
Saya penasaran dengan Norwegian Wood setelah sering disebut sebagai pintu masuk terbaik ke Murakami,berbeda dari karyanya yang lain yang penuh elemen surealis, ini lebih membumi.
Dan setelah membacanya, saya
mengerti kenapa orang bilang ini yang paling accessible sekaligus paling
menyakitkan. Saya duduk diam cukup lama setelah menutup halaman terakhir.
Murakami terinspirasi dari lagu The Beatles berjudul 'Norwegian Wood' dan ada melankoli dari lagu itu yang berhasil ia tangkap di setiap halaman.
Norwegian Wood adalah kisah Toru
Watanabe, mahasiswa di Tokyo akhir 1960-an yang terjebak antara dua perempuan:
Naoko, kekasih mendiang sahabatnya yang perlahan hancur oleh grief; dan Midori,
gadis penuh energi yang membara dengan keinginan hidup.
Ini bukan kisah cinta segitiga
yang dramatis. Ini tentang bagaimana kita belajar untuk terus hidup ketika orang-orang
yang kita cintai pergi, karena kematian maupun keadaan.
Murakami menulis dengan kehalusan yang membuat luka karakternya
terasa seperti luka kita sendiri.
1. Hubungan Toru, Naoko, dan Midori,Inti yang Menyakitkan
Naoko adalah representasi grief
yang tidak bisa diselesaikan. Midori adalah representasi keberanian untuk terus
hidup meski pernah terluka. Dan Toru, di antara keduanya, belajar paling mahal
tentang apa artinya mencintai seseorang yang sedang berjuang untuk tetap ada.
Yang paling berkesan bukan plot twistnya tapi momen kecil yang sangat manusiawi: percakapan Toru dan Naoko yang berjam-jam di sanatorium, atau kejujuran Midori yang tiba-tiba tentang apa yang ia inginkan dari hidup.
2. Tema Kehilangan dan Cara Kita Bertahan
Murakami tidak memoles proses
kehilangan. Ia menunjukkan betapa berantakannya, betapa tidak linearnya, dan
betapa sering kali tidak ada resolusi yang memuaskan.
Tapi ada satu pesan yang terus
hadir: kita harus terus hidup. Bukan karena mudah, bukan karena sudah sembuh,
tapi karena itulah satu-satunya cara menghormati mereka yang pergi maupun diri
sendiri.
'Death is not the opposite of life, but a part of it.' Murakami
mengeksplorasi implikasi kalimat sederhana ini di sepanjang 296 halaman.
3. Gaya Penulisan Detail yang
Menghidupkan
Murakami menulis dengan presisi,deskripsi
Tokyo tahun 60-an, musik yang didengar karakternya, makanan yang mereka makan,semua
detail membangun mood yang menyelimuti seluruh novel.
Untuk pembaca yang mencari plot cepat dan penuh aksi, Norwegian
Wood mungkin terasa lambat. Tapi untuk yang mau masuk sepenuhnya ke dunianya,
ini pengalaman membaca yang sangat kaya.
Norwegian Wood tidak akan
membuatmu bahagia,tapi akan membuatmu merasa sangat hidup. Ada sesuatu tentang
cara Murakami menulis tentang kehilangan yang paradoksnya sangat affirming
tentang nilai hidup.
Kalau pernah kehilangan
seseorang,karena kematian, jarak, atau waktu yang memisahkan,novel ini akan
terasa sangat familiar. Dan dalam keakrabannya yang menyakitkan itu, ada
semacam kenyamanan yang aneh.
Cocok untuk kamu yang:
•
Yang suka literary fiction dengan kedalaman emosional
•
Yang sedang atau pernah berduka
•
Yang ingin mencoba Murakami untuk pertama kali
Mungkin kurang cocok jika
kamu:
•
Yang mencari plot cepat dan penuh aksi
• Yang tidak sabar dengan pancing yang lambat dan reflektif
English Corner
Death is not the opposite of life, but a part of it.
Artinya: Kematian bukan lawan
dari kehidupan, tapi bagian darinya. Kalimat paling terkenal dari buku ini.
Pelajaran
bahasa: 'not [X] but [Y]' adalah struktur kontras kuat yang menolak dikotomi
umum dan menggantinya dengan hubungan lebih kompleks. Sangat efektif dalam
argumentasi filosofis.
If you only read the books that everyone else is reading, you
can only think what everyone else is thinking.
Artinya: Jika hanya membaca buku
yang semua orang baca, hanya bisa berpikir seperti semua orang.
Pelajaran
bahasa: pola 'If you only [verb], you can only [verb]' adalah conditional yang
menekankan hubungan langsung antara input dan output.
No truth can cure the sorrow we feel from losing a loved one.
Artinya: Tidak ada kebenaran
yang bisa menyembuhkan kesedihan karena kehilangan orang yang dicintai.
Pelajaran bahasa: 'No [noun] can [verb]' adalah struktur negasi kuat untuk menyatakan sesuatu yang mutlak tidak bisa dilakukan, lebih spesifik dan bertenaga dari 'Nothing can [verb]'.
Norwegian Wood perlu dibaca
perlahan, dihirup kalimat demi kalimat. Biarkan Murakami membawamu masuk ke
dunia Toru, Naoko, dan Midori.
Kalau setelah selesai kamu duduk
diam untuk beberapa saat,itu bukan tanda buku itu menyedihkan. Itu tanda bahwa
ia berhasil.
Sudah baca Norwegian Wood?
Lebih suka Naoko atau Midori?
Dan bagaimana perasaanmu setelah selesai?
Cerita di komentar!,Share ke teman yang suka literary fiction atau belajar membaca buku berbahasa Inggris.

Posting Komentar