30 Kata Bahasa Inggris tentang Emosi yang Jarang Kamu Tahu tapi Sering Kamu Rasakan
Mengapa Kosakata Emosi Itu Penting?
Pernahkah kamu merasakan sesuatu yang sangat spesifik tapi tidak bisa menemukan kata yang tepat untuk menggambarkannya? Perasaan nostalgia yang muncul bukan karena rindu masa lalu, tapi karena kamu tahu momen yang sedang kamu jalani sekarang suatu hari akan kamu rindukan.
Atau perasaan aneh saat menyadari bahwa setiap orang yang
berpapasan denganmu punya kehidupan yang sama kompleks dan penuh ceritanya
seperti milikmu.
Ternyata, banyak perasaan
seperti itu sudah punya namanya dalam bahasa lain termasuk bahasa Inggris.
Dan mengetahui nama sebuah perasaan ternyata membantu kita memprosesnya dengan
lebih baik. Ini 30 kata bahasa Inggris tentang emosi yang mungkin belum kamu
tahu, tapi pasti pernah kamu rasakan.
Penelitian psikologi menunjukkan bahwa memiliki kosakata yang
kaya untuk emosi meningkatkan kemampuan regulasi emosi — orang yang bisa
menamai apa yang mereka rasakan dengan lebih spesifik cenderung lebih baik
dalam mengelola emosi tersebut.
Bagian 1 — Perasaan tentang Waktu dan Kenangan
Sonder
/ˈsɒn.dər/
Kesadaran mendalam bahwa setiap orang yang berpapasan denganmu,orang asing di jalan, pengendara mobil di depanmu punya kehidupan yang sama
vivid, kompleks, dan penuh cerita seperti milikmu.
"Walking through a crowded mall,
she felt a deep sonder — every face hiding a universe of stories."
Berjalan di
mall yang ramai, ia merasakan sonder yang dalam — setiap wajah menyembunyikan
semesta cerita.
Perasaannya: Tiba-tiba menyadari bahwa kamu hanyalah tokoh
figuran dalam ribuan kehidupan orang lain yang kamu lewati setiap hari.
Hiraeth
/ˈhɪər.aɪθ/
Kerinduan yang dalam pada sesuatu yang mungkin tidak pernah ada,
atau pada versi masa lalu dari sesuatu yang tidak bisa dikembalikan. Lebih dari
sekadar nostalgia, ada rasa kehilangan dan kepedihan di dalamnya.
"He felt hiraeth for a childhood
home that existed more in memory than in reality."
Ia merasakan
hiraeth pada rumah masa kecil yang lebih banyak hidup dalam kenangan daripada
kenyataan.
Perasaannya: Rindu pada sesuatu yang tidak jelas — masa lalu,
tempat, atau versi dirimu yang sudah tidak ada lagi.
Nostalgia
/nɒˈstæl.dʒə/
Perasaan sentimental dan kerinduan pada masa lalu — tapi dalam
bahasa Inggris modern, sering digunakan untuk merujuk pada kenangan yang
dipandang lebih indah dari kenyataannya.
"The smell of rain on hot pavement
filled her with nostalgic longing for summer holidays."
Bau hujan di
aspal panas memenuhinya dengan kerinduan nostalgia pada liburan musim panas.
Perasaannya: Rindu pada masa lalu yang terasa lebih manis dari
yang sebenarnya terjadi.
Anticipatory
nostalgia /ænˌtɪs.ɪ.pə.tər.i nɒˈstæl.dʒə/
Perasaan rindu akan momen yang sedang kamu jalani sekarang,
sebelum momen itu selesai — kesadaran bahwa ini adalah sesuatu yang akan kamu
rindukan di masa depan.
"On the last night of the trip, she
felt anticipatory nostalgia, knowing she'd miss this feeling."
Di malam
terakhir perjalanan, ia merasakan anticipatory nostalgia, tahu ia akan
merindukan perasaan ini.
Perasaannya: Menikmati momen saat ini sambil sudah merasa rindu
padanya sebelum ia berakhir.
Wabi-sabi
/ˌwɑː.bi ˈsɑː.bi/
Konsep Jepang tentang keindahan yang ditemukan dalam
ketidaksempurnaan, ketidaklengkapan, dan kefanaan — menghargai hal-hal yang
retak, tua, dan tidak sempurna karena justru itulah yang membuatnya autentik.
"She found wabi-sabi beauty in the
faded paint and worn wood of the old house."
Ia menemukan
keindahan wabi-sabi dalam cat yang pudar dan kayu tua dari rumah lama itu.
Perasaannya: Melihat keindahan dalam ketidaksempurnaan — cangkir
yang retak, buku yang lusuh, hubungan yang tidak perfect.
Bagian 2 — Perasaan tentang Diri Sendiri
Impostor
syndrome /ɪmˈpɒs.tər ˈsɪn.drəʊm/
Perasaan bahwa kamu tidak layak atas kesuksesanmu dan takut
suatu hari 'ketahuan' bahwa kamu sebenarnya tidak sekompeten yang orang
pikirkan — meski bukti menunjukkan sebaliknya.
"Despite her promotion, she
struggled with impostor syndrome, certain she didn't deserve it."
Meski
dipromosikan, ia bergumul dengan impostor syndrome, yakin ia tidak pantas
mendapatkannya.
Perasaannya: Sukses tapi takut 'ketahuan' bahwa itu hanya
keberuntungan, bukan kemampuan.
Sonder
anxiety /ˈsɒn.dər ˈæŋk.zaɪ.ə.ti/
Kecemasan yang muncul dari kesadaran betapa kecilnya dirimu
dalam konteks kehidupan semua orang lain — perasaan overwhelmed oleh betapa
banyak yang terjadi di luar persepsimu.
"Looking at a city from above, he
felt a strange sonder anxiety about his own smallness."
Melihat kota
dari atas, ia merasakan sonder anxiety yang aneh tentang betapa kecilnya
dirinya.
Perasaannya: Merasa sangat kecil dan tidak signifikan di tengah
betapa luasnya dunia.
Vemödalen
/veɪˈməʊ.dɛ.lɛn/
Frustrasi karena menyadari bahwa foto yang ingin kamu ambil
sudah diambil ribuan kali oleh orang lain — perasaan bahwa ekspresimu tidak
akan pernah benar-benar original.
"He felt vemödalen looking at yet
another sunset photo identical to a million others online."
Ia merasakan
vemödalen melihat foto sunset yang identik dengan jutaan foto lain di internet.
Perasaannya: Ingin mengekspresikan sesuatu yang unik tapi sadar
semuanya sudah pernah ada sebelumnya.
Rubatosis
/ruːbəˈtəʊ.sɪs/
Kesadaran yang tidak nyaman akan detak jantungmu sendiri —
perasaan aneh saat tiba-tiba sangat sadar akan proses biologis yang biasanya
terjadi di luar kesadaranmu.
"In the silent room, she
experienced rubatosis, suddenly hyperaware of her own heartbeat."
Di ruangan
yang sunyi, ia mengalami rubatosis, tiba-tiba sangat sadar akan detak
jantungnya sendiri.
Perasaannya: Tiba-tiba sangat sadar akan proses tubuhmu —
bernapas, menelan, berkedip — yang biasanya autopilot.
Kenopsia
/kɪˈnɒp.sɪ.ə/
Atmosfer yang eerie dan tidak nyaman dari sebuah ruangan atau
tempat yang biasanya ramai tapi sekarang kosong dan sunyi — seperti sekolah di
malam hari atau kantor setelah semua orang pulang.
"The empty playground at midnight
had a kenopsia that made her hurry past."
Taman bermain
yang kosong di tengah malam punya kenopsia yang membuatnya buru-buru lewat.
Perasaannya: Perasaan aneh dan sedikit tidak nyaman di tempat
yang seharusnya ramai tapi sekarang kosong.
Bagian 3 — Perasaan tentang Hubungan
Chrysalism
/ˈkrɪ.sə.lɪ.zəm/
Rasa aman dan nyaman yang intens ketika berada di dalam ruangan
yang hangat sementara di luar hujan deras atau badai — rasa terlindungi kontras
dengan cuaca buruk di luar.
"Rain hammering the roof gave him a
deep chrysalism as he read by the fireplace."
Hujan yang
memukul atap memberinya chrysalism yang dalam saat ia membaca di tepi perapian.
Perasaannya: Rasa nyaman yang lebih terasa nikmat justru karena
ada keburukan di luar — hujan, dingin, keramaian.
Mamihlapinatapai
/ˌmɑː.mi.l̪ə.pi.ˈnɑ.t̪ə.pai/
Tatapan antara dua orang yang keduanya menginginkan sesuatu tapi
tidak ada yang mau memulai — saling tahu, saling menunggu.
"They shared a long
mamihlapinatapai across the room, neither willing to speak first."
Mereka berbagi
mamihlapinatapai yang panjang di seberang ruangan, tidak ada yang mau bicara
lebih dulu.
Perasaannya: Saat kamu dan seseorang sama-sama tahu ada sesuatu
yang ingin dikatakan, tapi keduanya diam.
Opia
/ˈəʊ.pi.ə/
Perasaan ambigu saat melakukan kontak mata langsung dengan
seseorang — bisa terasa intim sekaligus invasif, terbuka sekaligus terlalu
transparan.
"Making direct eye contact across a
quiet cafe, he felt the strange opia of being truly seen."
Melakukan
kontak mata langsung di kafe yang sunyi, ia merasakan opia aneh dari
benar-benar dilihat.
Perasaannya: Saat tatapan mata seseorang terasa terlalu dalam —
seperti mereka melihat lebih dari yang kamu ingin tunjukkan.
Yugen
/ˈjuː.ɡɛn/
Kesadaran mendalam tentang alam semesta yang memicu emosi
terlalu dalam untuk diungkapkan dengan kata-kata — perasaan yang muncul saat
melihat keindahan yang terlalu besar untuk dipahami sepenuhnya.
"Standing at the edge of the grand
canyon, she felt pure yugen — too vast to comprehend."
Berdiri di
tepi Grand Canyon, ia merasakan yugen murni — terlalu luas untuk dipahami.
Perasaannya: Terpana oleh sesuatu yang begitu indah atau luar
biasa sehingga tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata.
Liberosis
/lɪb.ə.ˈrəʊ.sɪs/
Keinginan untuk tidak terlalu peduli pada hal-hal yang tidak
penting — ingin bisa lebih santai, lebih lepas, dan tidak terlalu
mengkhawatirkan segalanya.
"Watching children play without a
care, he felt a deep liberosis — a wish to worry less."
Melihat
anak-anak bermain tanpa beban, ia merasakan liberosis yang dalam — keinginan
untuk tidak terlalu khawatir.
Perasaannya: Kelelahan dari terlalu banyak berpikir dan ingin
bisa hidup lebih ringan.
Bagian 4 — Perasaan yang Sulit Dijelaskan
Lachesism
/ˈlæk.ɪ.sɪ.zəm/
Keinginan untuk mengalami bencana besar — banjir, kebakaran,
gempa — bukan karena ingin menderita, tapi karena ingin melihat bagaimana
dirimu bereaksi ketika semua hal tidak penting rontok dan hanya yang esensial
yang tersisa.
"He sometimes felt lachesism,
wondering who he'd be if everything was stripped away."
Ia kadang
merasakan lachesism, bertanya-tanya siapa dirinya jika segalanya dilucuti.
Perasaannya: Penasaran akan versi 'sejati' dirimu yang muncul
saat di bawah tekanan ekstrem.
Exulansis
/ɛɡ.zjuːˈlæn.sɪs/
Kecenderungan untuk berhenti bercerita tentang pengalamanmu
karena sadar orang lain tidak akan pernah benar-benar mengerti apa yang kamu
maksud — jadi lebih baik diam.
"After years of travel, she felt
exulansis — no words could capture what she'd seen."
Setelah
bertahun-tahun perjalanan, ia merasakan exulansis — tidak ada kata yang bisa
menangkap apa yang dilihatnya.
Perasaannya: Menyimpan pengalaman terdalam sendirian karena
sadar tidak ada yang bisa benar-benar memahaminya.
Vellichor
/ˈvɛl.ɪ.kɔːr/
Perasaan aneh dan melankolis yang muncul saat berada di toko
buku bekas — kesadaran bahwa buku-buku di sekitarmu masing-masing punya cerita
tentang pemilik sebelumnya yang sudah terlupakan.
"Browsing the dusty shelves, she
was overcome by vellichor — whose hands had held these books?"
Menelusuri rak
berdebu, ia diliputi vellichor — tangan siapa yang pernah memegang buku-buku
ini?
Perasaannya: Rasa melankolis yang menyenangkan saat menyentuh
benda-benda yang punya sejarah yang tidak akan pernah kamu tahu sepenuhnya.
Adronitis
/æd.rəˈnaɪ.tɪs/
Frustrasi karena tidak bisa langsung mengenal seseorang dengan
intim — tidak sabar harus melalui fase basa-basi dan percakapan dangkal sebelum
bisa berbicara tentang hal yang benar-benar berarti.
"At yet another party, he felt
adronitis — wishing he could skip to the real conversations."
Di pesta yang
entah keberapa, ia merasakan adronitis — ingin melewati percakapan yang
sesungguhnya.
Perasaannya: Ingin langsung skip ke bagian di mana kamu dan
seseorang sudah bisa berbicara jujur dan dalam.
Mauerbauertraurigkeit
/ˈmaʊ.ər.baʊ.ər.traʊ.rɪɡ.kaɪt/
Dorongan yang tidak bisa dijelaskan untuk mendorong orang-orang
yang kamu sayangi menjauh — bukan karena membenci mereka, tapi karena sesuatu
dalam dirimu membangun tembok tanpa alasan yang jelas.
"Even with her best friends, she
felt mauerbauertraurigkeit — an urge to push them away."
Bahkan dengan
teman terbaiknya, ia merasakan mauerbauertraurigkeit — dorongan untuk mendorong
mereka pergi.
Perasaannya: Merasa ingin menyendiri dari orang-orang yang kamu
cintai, meski tidak tahu mengapa.
Bagian 5 — Perasaan tentang Dunia
Weltschmerz
/ˈvɛlt.ʃmɛrts/
Rasa sakit dan kelelahan yang muncul dari perbandingan antara
dunia ideal yang ada dalam pikiranmu dan kenyataan dunia yang jauh dari
sempurna — kepedihan atas keburukan dunia.
"Reading the news each day filled
him with weltschmerz — so much pain, so little he could do."
Membaca berita
setiap hari memenuhinya dengan weltschmerz — begitu banyak penderitaan, begitu
sedikit yang bisa dilakukannya.
Perasaannya: Lelah dan sedih melihat betapa buruknya dunia
dibanding betapa baiknya seharusnya dunia bisa menjadi.
Desiderium
/ˌdes.ɪˈdɪər.i.əm/
Kerinduan yang intens dan menyakitkan akan sesuatu atau
seseorang yang hilang — lebih dalam dari sekadar rindu biasa, ada rasa
kehilangan yang berat di dalamnya.
"Years after moving away, she felt
desiderium for the language of her homeland."
Bertahun-tahun
setelah pindah, ia merasakan desiderium untuk bahasa tanah airnya.
Perasaannya: Kerinduan yang begitu dalam sampai terasa seperti
rasa sakit fisik — bukan hanya rindu, tapi benar-benar kehilangan.
Onism
/ˈɒn.ɪ.zəm/
Frustrasi karena menyadari bahwa kamu hanya bisa menjalani satu
kehidupan — dan dengan setiap pilihan yang dibuat, ada ribuan jalan lain yang
tertutup selamanya.
"Choosing one path always left him
with onism — wondering about the roads not taken."
Memilih satu
jalan selalu meninggalkan onism padanya — bertanya-tanya tentang jalan yang
tidak diambil.
Perasaannya: Menyesali jalan yang tidak diambil — bukan karena
menyesal dengan pilihan yang dibuat, tapi karena sadar tidak bisa menjalani
semuanya.
Ellipsism
/ˈɛl.ɪp.sɪ.zəm/
Kesedihan karena tidak akan pernah tahu bagaimana akhir dari
kisah-kisah besar yang sedang berlangsung sekarang — tidak akan tahu bagaimana
AI berakhir, bagaimana iklim berkembang, bagaimana peradaban berlanjut.
"She felt ellipsism knowing she'd
never see how the story of humanity ends."
Ia merasakan
ellipsism karena tahu tidak akan pernah melihat bagaimana kisah umat manusia
berakhir.
Perasaannya: Sedih karena hidup ini terlalu pendek untuk melihat
ending dari cerita-cerita besar yang sedang berlangsung.
Monachopsis
/mɒn.əˈkɒp.sɪ.sɪs/
Perasaan subtle bahwa kamu tidak benar-benar 'cocok' di tempat
atau situasimu saat ini — seperti ada di tempat yang salah, meski tidak tahu di
mana tempat yang benar.
"At the networking event, she felt
monachopsis — present but fundamentally out of place."
Di acara
networking itu, ia merasakan monachopsis — hadir tapi pada dasarnya tidak
berada di tempat yang tepat.
Perasaannya: Perasaan tidak cocok di tempat yang seharusnya
terasa natural — seperti ikan di luar air yang tidak tahu harus ke mana.
Bonus: 5 Kata yang Perlu Kamu Tahu untuk Mendeskripsikan Emosi
Selain 30 kata di atas, ada
beberapa kata bahasa Inggris yang sangat berguna untuk mendeskripsikan emosi
dengan lebih presisi:
Bittersweet
— perasaan yang campuran antara bahagia dan sedih secara bersamaan, seperti
saat menutup buku yang sangat bagus.
Ambivalent
— memiliki perasaan yang bertentangan tentang sesuatu secara bersamaan — bukan
tidak peduli, tapi merasakan dua hal yang berlawanan sekaligus.
Melancholy
— kesedihan yang lembut dan pensif, berbeda dari depresi — lebih seperti
keindahan dalam kesedihan.
Wistful
— perasaan rindu atau keinginan yang lembut, biasanya disertai sedikit
kesedihan — seperti melihat foto lama.
Serendipitous — perasaan bahagia karena menemukan sesuatu yang baik tanpa
sengaja mencarinya.
Penutup
Ada sesuatu yang sangat
melegakan saat menemukan kata untuk perasaan yang selama ini hanya ada sebagai
'perasaan yang tidak bisa dijelaskan'. Tiba-tiba kamu tahu bahwa perasaan itu
cukup umum untuk punya namanya sendiri — dan bahwa kamu tidak sendirian merasakannya.
Simpan artikel ini sebagai
referensi. Dan lain kali kamu merasakan sesuatu yang sulit dijelaskan — mungkin
salah satu dari 30 kata ini adalah yang kamu cari.
Yuk, diskusi bareng!
Kata mana yang paling relate
dengan perasaan yang sering kamu rasakan tapi tidak pernah tahu namanya? Cerita
di komentar — saya penasaran! 👇
SHARE artikel ini ke teman yang
suka bahasa dan psikologi. Dijamin mereka akan langsung bilang 'oh ini
namanya!' untuk beberapa kata di sini!

Posting Komentar