Review Rusak Saja Buku Ini Girl Version — Bukan Buku Biasa, Ini Terapi dalam Bentuk Buku

Daftar Isi

Ada hari-hari di mana kamu tidak butuh nasihat. Tidak butuh motivasi. Tidak butuh kata-kata bijak dari siapapun. Yang kamu butuhkan hanyalah pelampiasan  sesuatu yang bisa kamu rusak, robek, coret-coret, atau hancurkan tanpa ada yang protes.

Saya membeli buku ini bukan karena rekomendasi, bukan karena reviewnya viral. Saya beli karena waktu itu sedang benar-benar butuh pelampiasan emosi, dan entah bagaimana judul ini muncul di depan saya: Rusak Saja Buku Ini. Terasa seperti izin yang selama ini tidak pernah saya dapatkan.

Dan ternyata, buku ini jauh lebih dari sekadar tempat untuk melampiaskan emosi. Ada sesuatu yang lebih dalam yang saya temukan di sini  terutama di bagian akhirnya.

Sebelum review dimulai, saya perlu meluruskan satu hal: Rusak Saja Buku Ini bukan buku yang dibaca. Ini adalah buku yang dilakukan. Setiap halamannya berisi instruksi dari yang ringan seperti mengisi tabel data diri dan menggambar ekspresi wajah, sampai yang lebih ekstrem seperti merobek halaman, mencoret-coret penuh kemarahan, atau bahkan membasahi halaman dengan air.

Sony Adams, penulis yang juga dikenal lewat karya-karya bertema psikologi dan kesehatan mental, merancang buku ini sebagai media terapi alternatif. Premisnya sederhana: saat kita depresi atau penuh tekanan, membaca buku tebal penuh teks adalah hal terakhir yang ingin kita lakukan. Tapi merusak sesuatu? Itu terasa jauh lebih mungkin.

Buku ini hadir dengan satu keyakinan: buku ini hancur, mental kamu tereparasi. Dan setelah menjalani prosesnya sendiri, saya bisa bilang — ada benarnya

1. Konsep Segar, Berani, dan Sangat Relevan

Hal pertama yang membuat saya berhenti dan takjub adalah betapa beraninya konsep buku ini. Di dunia di mana buku self-help selalu berisi nasihat panjang dan teori psikologi yang serius, Sony Adams memilih arah yang sama sekali berbeda: alih-alih memberi tahu kamu apa yang harus dilakukan, ia memberimu ruang untuk merasakannya sendiri.

Setiap aktivitas dirancang untuk memancing ekspresi emosi yang selama ini mungkin kamu tahan. Karena kita hidup di budaya yang sering menganggap mengekspresikan emosi  terutama emosi negatif sebagai tanda kelemahan. Buku ini menolak anggapan itu dengan tegas.

Yang saya kagumi: buku ini tidak menghakimi. Tidak ada halaman yang bilang 'seharusnya kamu baik-baik saja'. Setiap aktivitasnya justru berkata, 'Iya, kamu boleh merasa seperti ini. Sekarang lampiaskan.'

 

2. Aktivitas Seru, tapi Butuh Keberanian

Buat saya, sebagian besar aktivitas di buku ini terasa segar dan menyenangkan  terutama yang melibatkan tindakan fisik seperti mencoret, meremas, atau merobek. Ada sesuatu yang memuaskan secara psikologis ketika kamu benar-benar menghancurkan sesuatu secara fisik sebagai cara melepaskan emosi.

Tapi saya juga jujur: ada beberapa aktivitas yang saya ragu-ragu untuk benar-benar melakukannya. Bukan karena tidak relevan, tapi karena sisi lain dari diri saya masih merasa sayang merusak buku. Ternyata banyak pembaca lain yang merasakan hal yang sama dan itu sendiri adalah insight menarik tentang diri kita sendiri.

Kelemahan kecil yang perlu diketahui: kualitas kertas buku ini cukup tipis. Untuk aktivitas yang melibatkan cat air atau media basah, kertasnya bisa tembus dan merusak halaman di baliknya. Sebaiknya siapkan alas atau kertas pelindung.

 

3. Misi Akhir Bagian yang Paling Membekas

Kalau ada satu hal dari buku ini yang benar-benar membuat saya diam dan berpikir panjang, itu adalah misi akhirnya. Di penghujung buku, Sony Adams memberikan dua pilihan terakhir yang tidak biasa: kubur buku ini di depan rumah dan gali kembali dua tahun kemudian atau bungkus rapi dan kirimkan sebagai paket kepada diri kamu sendiri.

Kedua pilihan ini terasa seperti bukan sekadar aktivitas. Ini adalah cara untuk membuat versi masa depan kamu bertemu kembali dengan versi kamu yang sedang berjuang hari ini. Dua tahun dari sekarang, kamu akan membuka buku yang penuh coretan, robekan, dan emosi  dan melihat betapa jauhnya kamu sudah melangkah.

Ini yang membuat buku ini lebih dari sekadar pelampiasan. Ia adalah kapsul waktu. Sebuah surat dari dirimu yang sedang patah kepada dirimu yang sudah pulih. Dan itu, menurut saya, adalah ide paling indah dari seluruh buku ini.

Saya belum memutuskan apakah akan mengubur atau mengirim buku ini ke diri sendiri. Tapi satu hal yang pasti: saya tidak akan membuangnya begitu saja.

 Rusak Saja Buku Ini Girl Version adalah salah satu buku paling unik yang pernah saya pegang. Ia tidak memberimu jawaban, tidak memberimu motivasi — tapi ia memberimu sesuatu yang lebih langka: ruang untuk jujur dengan dirimu sendiri, dan izin untuk merasakan semua yang selama ini kamu tahan.

Buat saya yang membeli buku ini di saat sedang butuh pelampiasan, buku ini datang di waktu yang tepat. Dan misi akhirnya  kapsul waktu untuk diri sendiri di masa depan  adalah ide yang akan saya ingat jauh setelah buku ini selesai.

 

Cocok untuk kamu yang:

      Sedang stres, overwhelmed, atau butuh pelampiasan emosi yang sehat

      Bosan dengan buku self-help konvensional yang penuh teks dan teori

      Suka aktivitas kreatif dan ekspresif seperti journaling, coloring, atau art therapy

      Ingin membuat kapsul waktu yang personal dan bermakna untuk diri sendiri

 

Mungkin kurang cocok jika kamu:

      Mencari buku yang bisa dibaca dan mengandung penjelasan psikologi mendalam

      Tidak nyaman merusak atau mencoret-coret buku — karena itu justru inti dari buku ini

      Mengharapkan kertas berkualitas tinggi untuk aktivitas media basah


Rusak Saja Buku Ini Girl Version mengajarkan satu hal yang jarang diajarkan buku lain: bahwa merasakan emosi negatif bukan kelemahan, dan melampiaskannya dengan cara yang tepat bukan hal yang memalukan. Kadang yang kita butuhkan bukan nasihat  tapi ruang untuk jujur.

Dan misi akhir buku ini  apakah kamu pilih kubur atau kirim ke diri sendiri — adalah pengingat bahwa kamu sedang dalam perjalanan. Versi kamu di masa depan layak untuk melihat seberapa kuat versi kamu yang sekarang.

Yuk, cerita di komentar!

Sudah pernah baca atau punya buku ini? Aktivitas mana yang paling berkesan buat kamu? Dan untuk misi akhirnya  kamu pilih kubur atau kirim ke diri sendiri? Saya penasaran banget! Tulis di komentar ya. 👇

Kalau artikel ini relate, share ke teman yang lagi butuh pelampiasan. Siapa tahu buku ini jadi teman yang mereka butuhkan hari ini.

 

Cappuccino English
Cappuccino English Cappuccino English adalah blog yang membahas materi pembelajaran bahasa Inggris dan semua yang berkaitan dengan bahasa Inggris.

Posting Komentar