Advertisement

8 Tips Financial Planning Bagi Generasi Milenial

Financial planning atau perencanaan keuangan adalah sebuah kunci dalam mengatur keuangan. Perencanaan keuangan digunakan dalam jangka panjang disertai sebuah tujuan untuk di gapai. Dengan ini, keuangan Anda dipastikan tidak akan bocor tak terkendali sehingga diperlukan pemahaman yang baik. Berikut tips financial planning bagi generasi milenial.

Financial Planning
Financial Planning

1. Menentukan Tujuan Keuangan

Tujuan keuangan yang jelas akan memudahkan dalam menentukan financial planning Anda. Hal ini dapat membantu Anda untuk mengelola pengeluaran dan pemasukan. Buatlah tujuannya dalam suatu jangka pendek atau panjang, lalu perjelas target apa yang ingin digapai. Gunakan batas waktu dan realistis terhadap kondisi keuangan Anda saat ini.

2. Memeriksa Kondisi Keuangan Secara Berkala

Hal ini akan memperjelas Anda mengenai pemasukan dan pengeluaran yang terjadi. Identifikasi apa saja yang saat ini banyak membutuhkan pengeluaran yang tidak mendesak. Anda juga dapat menentukan prioritas pengeluaran yang lebih baik dilakukan, melakukan penghematan, dan juga menghindari masalah keuangan di kemudian hari. Memeriksa kondisi keuangan Anda juga dapat menjadi langkah dalam mencapai tujuan.

3. Meningkatkan Kualitas Skill 

Belajar skill baru dapat Anda gunakan sebagai penambah penghasilan. Ada banyak sumber belajar yang mudah di akses di saat ini. Anda dapat menjual skill yang telah Anda pelajari untuk mendapatkan passive income. Skill yang diasah bisa dihargai lebih mahal jika Anda mengaturnya. Ini juga merupakan salah satu bentuk sebuah investasi. 

4. Budgeting Setiap Pengeluaran

Dengan menyatat kemana saja uang yang digunakan, Anda akan lebih terorganisir dalam mengatur keuangan. Buatlah di sebuah buku atau gunakan aplikasi keuangan untuk mempermudahkan Anda, sehingga dapat menganalisis pengeluaran apa saja yang semestinya tidak perlu dilakukan. Penggunaan keuangan yang optimal dan juga menghindari pemborosan adalah beberapa manfaat budgeting.

Baca Juga :  Fakta Unik Kepribadian Alpha Girl Vs Beta Girl Dalam Karir 

5. Menggunakan Sistem Persentase Dalam Pengeluaran Keuangan 

Sebagai contoh, Anda dapat menerapkan prinsip 50:30:20. Ini adalah aturan yang diperkenalkan oleh Elizabeth Warren. 50% dari pendapatan Anda untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. 30% digunakan untuk keinginan Anda dan 20% disisihkan dalam bentuk investasi. 

Ini adalah salah satu metode yang sering digunakan dalam merencanakan pengeluaran. Tujuan dari sistem ini adalah mempermudahkan Anda dalam pengeluaran, meningkatkan potensi menabung dan mencoba melakukan penghematan. 

6. Pembuatan Rekening yang Berbeda

Gunakan dua rekening yang berbeda antara rekening untuk kebutuhan sehari-hari dan tabungan. Tujuannya adalah agar tidak terjadi keborosan secara mendadak. Rekening yang berbeda juga memudahkan Anda dalam melihat pengeluaran, mengalokasikan keuangan dengan tepat dan juga mengidentifikasi masalah keuangan Anda dengan jelas.

7. Hindari Kenaikan Biaya Hidup

Misalnya di saat tertentu Anda mendapatkan pendapatan lebih dari pekerjaan. Saat itu Anda akan terpacu untuk memuaskan gaya hidup yang telah lama diidamkan hingga terlena yang mengakibatkan pengeluaran Anda akan boncor. Sadari bahwa kenaikan biaya kehidupan yang dilakukan akan menghancurkan financial planning yang telah Anda lakukan. 

8. Menyiapkan Dana Darurat

Dana darurat sedini mungkin harus dilakukan karena dapat membantu Anda dalam suatu kondisi tak terduga. Gunakan dana darurat di rekening yang berbeda pula. Dana darurat dapat memberi Anda perasaan aman di saat ada biaya yang tak terduga terjadi. 

Misalnya PHK yang dilakukan oleh pihak perusahaan atau biaya rumah sakit yang mendadak. Dana darurat dapat mengendalikan keuangan tanpa mengganggu rencana keuangan yang sedang dilakukan. 


Posting Komentar

0 Komentar