Advertisement

Stop Toxic Productivity! Lakukan 5 Langkah untuk Menghindarinya

Toxic productivity adalah dampak dari niat produktivitas yang baik namun penerapannya secara berlebihan terutama saat memiliki ambisi besar. Mungkin biasa lebih dikenal sebagai workaholic  karena cenderung berambisi dalam bekerja tanpa memerlukan berbagai hal terutama diri  sendiri. Justru memberikan hasil buruk pada pencapaiannya. 

Biasanya ambisilah yang membuat hal ini terjadi yaitu rasa cemburu ketika melihat pencapaian orang lain. Di mana standar yang tinggi mempengaruhi tekad dalam dirinya tanpa disadari melakukan pekerjaan secara berlebihan. Rasa iri yang mendominasi sehingga merasa kehidupannya adalah kompetisi untuk menjadi ajang tertinggi dalam kesuksesan.  

1. Kenali Gejala Toxic Productivity

Ketika berambisi dan tanpa sadar mengalami toxic productivity Anda dapat langsung menyadarinya ketika memahami ciri-ciri yang dianggap tidak penting. Ketika mulai tidak tenang dalam kondisi istirahat atau tidak melakukan sehingga terus mencari kesibukan dan membuat salah satu kebutuhan ini dilewati. Di mana tubuh dan otak dipacu untuk terus produktif akibat Ambisi yang meledak-ledak.

Bahkan dengan segala hal yang sudah anda lakukan tetap merasa kurang ketika melihat hasil yang sudah dicapai. Meski sudah mendapat validasi yang sesuai tetap merasa bersalah dan mengabaikan rasa lelah dengan terus berupaya produktif. Hasilnya rasa frustasi sering Anda abaikan serta terus terbiasa melakukan banyak hal dan benar-benar melupakan pentingnya diri sendiri. 

Hal ini mungkin sulit untuk dikenali dari kesadaran ketika toxic productivity menguasai, maka dari itu orang lain lebih sadar dan mengingatkan. Maka dari itu ketika teman terbaik atau keluarga Anda  sudah memberikan peringatan dan perhatian khusus untuk berhenti melakukan banyak kegiatan. Dari sinilah Anda harus mulai menyadari betapa ambisi yang berlebihan sudah menguasai segala kehidupan.

2. Membuat Batasan Pada Setiap Kegiatan

Waktu istirahat adalah hak Anda untuk diri sendiri dengan tidak melewati limit produktivitas dari kegiatan yang menguras pikiran dan tenaga. Maka dari itu untuk menghindari toxic productivity Anda harus memberikan batasan pada setiap kegiatan terutama bekerja. Hal ini tentunya penting agar menjaga mental dan fisik selalu fit dan tidak lelah berlebihan.

3. Tetapkan Jadwal Kegiatan Sehari-Hari

Maka dari itu menentukan prioritas adalah kuncinya dengan terus mengutamakan kesehatan diri sendiri dari jadwal-jadwal yang memenuhi aktivitas. Buat waktu istirahat atau luang Anda dengan kegiatan lebih santai dan melepas stres sehingga membuat masalah dalam pengaturan waktu. Terapkan untuk tetap melakukan kegiatan seperti meditasi, olahraga dan fokus diri lainnya. 

4. Utamakan Perawatan Diri

Maka dari itu perawatan diri menjadi kunci dalam kesehatan secara fisik dan mental Anda. Maka dari itu meditasi biasa dilakukan oleh orang-orang dengan jadwal padat agar tidak mengalami toxic productivity. Meski hal ini sulit dilakukan, Anda harus memfokuskan pikiran dengan utama pada  kesehatan diri sendiri sehingga berbagai kegiatan tidak terganggu dan produktivitas normal. 

5. Konseling Pada Psikolog

Maka dari itu pentingnya kesehatan mental pada diri sendiri, rutinlah melakukan konsultasi atau konseling pada psikolog sebagai  upaya menjaga kesehatan mental Anda. Mempertimbangkan bantuan dari para profesional ini membuat masalah Anda lebih terbantu karena mendapat dukungan sehat dan aman terutama dalam menjalani  aktivitas sehari-hari baik kesehatan fisik maupun emosional. 

Toxic productivity membuat kondisi seseorang langsung drop tidak hanya fisik melainkan emosionalnya. Kondisi tersebut membuat stres berlebihan karena merasa tuntutan dari pekerjaan yang diambilnya dalam keadaan ingin terus melakukan banyak hal. Lebih parahnya hal ini membuat segala penurunan dari minat, kinerja, kesehatan, tanggung jawab dan masalah diluar lingkup kerja. Jadi, ayo maksimalkan work life balance untuk memastikan bahwa Anda bisa bekerja dengan bahagia. 

Posting Komentar

0 Komentar