Advertisement

7+ Fakta Tentang Sibling Rivalry untuk Milenial, Positif Atau Negatif?

Sibling rivalry adalah kondisi yang sering disepelekan dengan melakukan hal-hal negatif dari orang tua pada hubungan antar saudara. Apalagi kaum milenial yang semakin beranjak dewasa.  Maka dari itu kerap kali terjadi rival antar saudara dan justru berdampak buruk pada pertumbuhan anak. Terutama perasaan cemburu dan marah sehingga membuat jauhnya hubungan antar adik kakak sampai ingin menjatuhkan. 

1. Kebiasaan Membandingkan Anak

Awal mula sibling rivalry terjadi biasanya akibat ekspektasi orang tua pada anak dengan pembimbingan yang salah. Kebiasaan membanding-bandingkan tidak hanya pada orang lain terutama pada saudara sendiri secara terang-terangan maupun sindiran halus. Meski memiliki niat baik justru hal ini memberikan respon buruk pada perasaan anak yang mulai membangun permusuhan antar saudara. 

2. Pilih Kasih 

Bahkan perilaku yang sering kurang disadari oleh orang tua yaitu pilih kasih dengan memberikan tingkat prioritas atau anak spesial pada salah satunya saja. Seperti 2 saudara yang hanya diagungkan dan dianggap anak emas pada salah satunya. Hal ini Tentunya bukan hanya berdampak buruk pada anak yang diasingkan, melainkan pada anak dengan kasih sayang lebih tinggi.

3. Kurang Melibatkan Anak untuk Memiliki Adik

Munculnya dampak sibling rivalry berawal dari kurangnya kontribusi anak pertama dari orang tua ketika ingin menghadirkan anggota baru atau adik. Tentunya dengan niat menjadikan teman baru bagi anak justru tidak mendapat respon bagus jika anda tidak memberikan pengertian terlebih dahulu. Karena anak pastinya akan mengalami posisi berbagi lebih sering pada adiknya dalam segala aspek.

4. Rasa Benci Dan Ingin Mengalahkan Saudaranya

Tentunya dampak dari sibling rivalry ini semakin berbahaya dalam jangka waktu panjang Karena membuat hubungan antar saudara meregang. Bahkan benar-benar tidak ada keharmonisan justru menganggap sebuah persaingan besar. Terutama dalam mengambil perhatian orang tua yang menjadi pusat permasalahan dari rasa cemburu selama ini. 

5. Respon Kepada Kekerasan Fisik

Bahkan jelas seringkali terjadi respon buruk pada kekerasan fisik karena rasa marah akibat perlakuan berbeda dari orang tua. Hal ini tentunya sangat berdampak bagi keluarga dengan kehidupan dalam 1 rumah. Karena dapat menghilangkan rasa sayang dan selalu memberikan perlakuan fisik dengan temperamen yang sangat buruk sebagai pelampiasan hatinya.

6. Tidak Berempati dan Egois

Terutama pada anak yang selalu diagungkan, orang tua justru tanpa sadar membangun kepribadian yang tidak baik untuk masa pertumbuhan. Karena tidak menumbuhkan rasa empati saat saudaranya justru disuruh terus mengalah. Menjadi pribadi yang egois dan selalu ingin seluruh hal yang diinginkannya terkabulkan. Tentu hal ini juga berdampak pada kehidupan pribadi saat bersama teman dan kerja. 

7. Turunnya Rasa Percaya Diri 

Bahkan dampak untuk diri sendiri dalam masa pertumbuhan anak, membentuk sikap lebih murung terhadap kesehariannya. Karena menurunnya rasa percaya diri ketika tidak mendapatkan validasi dan cemburu yang tinggi akibat perlakuan orang tua berbeda. Begitupun pada proses pendewasaan semakin terhambat bahkan membuat depresi dan gangguan mental lainnya akibat masalah tersebut.  

8. Tidak Suka Melihat Orang Tua Menyayangi Pada Saudaranya

Mungkin setiap orang tua tidak berniat untuk melakukan hal tersebut maka dari itu harus cepat menyadari ketika ciri-ciri sibling rivalry pada anak muncul. Ketika sering melihat anak menunjukkan sikap tidak suka ketika saudaranya mendapat perhatian perlu dicurigai. Sekaligus memberi nasihat dan memahami perasaannya karena kecemburuan tersebut cenderung ingin menjatuhkan saudaranya. 

Itulah beberapa informasi tentang sibling rivalry. Kesimpulannya, lebih banyak nilai negatif daripada positif yang dihasilkan. Apalagi jika ada yang merasakan orang tua mulai memuji atau memberikan kasih sayang pada saudaranya, maka bisa jadi anak akan mencari perhatian dengan berbagai cara.

Bahkan bisa sampai menggunakan cara negatif dengan menyakiti diri sendiri. Maka dari itu perlakukan setiap anak dengan adil agar ikut bangga ketika melihat saudaranya dipuji atau menarik perhatian orang tua. 

Posting Komentar

0 Komentar