Advertisement

3 Cara Hilangkan Breakup Insomnia, Fenomena Gagal Tidur Nyenyak Akibat Patah Hati

Breakup insomnia merupakan kondisi terjaga dari tidur pada malam hari, dapat disebabkan oleh perasaan seseorang yang sedang patah hati. Kondisi ini menimbulkan rasa gelisah, cemas, dan dapat memicu stress karena hubungan dengan pasangan yang harus berakhir. Oleh karena itu, seseorang itu akan mengalami kesulitan tidur.

Menurut Professor Direktur Center for Sleeping Cognition di Harvad Medical School breakup insomnia ini lumrah terjadi. Tony Cunningham juga mengatakan bahwa tempat yang bisa menjadi sumber stress adalah tempat tidur. Karena, tempat tidur adalah tempat yang biasa digunakan untuk menghabiskan waktu bersama. 

Dampak negatif lain breakup insomnia tidak hanya kesulitan tidur, namun juga berimbas pada daya fokus seseorang sehingga dapat menghambat diri dan menganggu aktivitas utama. 

Pada halnya, seseorang yang baru saja putus cinta, pikiran di dalam kepalanya akan terus memikirkan apa yang menjadi penyebab putusnya hubungan, walau sudah berusaha keras untuk menepisnya. 

Penyebab Breakup Insomnia Akibat Putus Cinta

Perpisahan bukanlah hal yang menyenangkan, seseorang yang merasa kehilangan cenderung akan merasakan kesedihan yang mendalam. Selain merasakan kesedihan, seseorang itu juga akan merasakan kerinduan secara tiba-tiba, mengalami berbagai emosi disforik seperti gelisah, cemas dan resah. 

Hal ini tentu yang dapat mengakibatkan tekanan tersendiri entah pada pikiran maupun hati yang tentu sulit untuk dihindari.

Bukan hanya tekanan tersendiri, breakup insomnia juga menyerang gejolak emosional yang berdampak  pada rasa sakit fisik. Dampak ini dapat disebabkan karena menurunnya minat atau selera karena kesedihan yang dialaminya, sehingga seseorang itu mengalami gejolak emosional. Seperti kehilangan selera makan, yang dapat menyebabkan penurunan ketahanan tubuh sehingga  berimbas pada rasa sakit fisik.

Cara Mengatasi Breakup Insomnia

Hormon oksitosin juga menjadi salah satu penyebab breakup insomnia, hormon ini biasa disebut hormon yang mengatur keterikatan antarmanusia atau hormon cinta. Hormon ini mengandung kasih sayang, emosi yang baik, dan perasaan cinta. 

Jadi ketika seseorang menyukai, hormon oksitosin membantu meningkatkan kadar hormon di otak, dapat menimbulkan rasa empati dan kesetiaan yang mengakibatkan seseorang itu sulit untuk lupa. Lebih lanjut, yuk pahami cara mengatasi masalah yang satu ini. 

1. Menyibukkan Diri dengan Melakukan Hobi

Agar breakup insomnia tidak terjadi secara berlarut-larut, seseorang harus berusaha belajar melupakan. Salah satunya adalah dengan cara menyibukkan diri dengan melakukan berbagai hobi. Cara ini dinilai ampuh karena dengan melakukan hobi atau hal yang disukai dapat menghilangkan stress yang berlebihan, atau biasa disebut dengan melakukan hobi adalah seni menyembuhkan diri sendiri.

2. Memperbaiki Diri atau Eksplorasi 

Fokuslah untuk memperbaiki diri atau eksplorasi diri saat merasakan breakup insomnia, belajar untuk mengontrol diri dan membatasi kesedihan yang dialami. Karena dorongan yang besar tentu berasal dari diri sendiri disertai dengan tekad yang kuat. Seseorang tidak akan mencoba untuk bangkit jika sudah merasa terlarut. Maka dari  itu, sebelum merasa berlarut, cobalah membatasi diri dari kesedihan.

3. Beradaptasi dan Mulai Membaurkan Diri 

Dengan membaurkan di keramaian, nongkrong bersama teman-teman mungkin menjadi alternatif untuk mengatasi breakup insomnia. Pada dasarnya seseorang akan teringat pada pengalaman buruknya saat hanya sendirian, untuk mengatasi itu, keluar dari rumah, bertemu dengan teman, melakukan hal-hal yang menyenangkan, menyibukkan dengan kegiatan yang baik akan dengan cepat membantu seseorang untuk lupa. 

Berdasarkan sebuah studi, breakup insomnia rentan banyak dialami anak muda. Hal ini dikarenakan perubahan hormon pada pertumbuhan seseorang saat remaja yang disebut hormon dopamine, sehingga seseorang itu memiliki mood yang dapat berubah-ubah, termasuk merasakan jatuh cinta dan patah hati.

 Mengingat masa remaja adalah masa baik dari sisi psikologis agar terbentuknya jati diri yang baik. Itulah beberapa tips ampuh supaya bisa berdamai dan sembuh dari masalah tersebut. 

Posting Komentar

3 Komentar